Pemberdayaan Orang Tua

Pemberdayaan Orang Tua Siswa

Orangtua siswa memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan  di Pusat PAUD Islam Terpadu Al-Ishlah. Barsama dengan guru, orangtua ikut bertangguang jawab penuh terhadap kemajuan pendidikan putra putrid mereka. Kerjasama yang sistematis dan terprogram, akan menghasilkan sinergi yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan keajuan siswa.

Dalam diri orangtua siswa sesungguhnya tersimpan sumber daya yang kaya bagi peningkatan efektifitas program sekolah. Para orangtua siswa memiliki sumber daya emosi, afeksi, atensi motivasi yang snagat diperlukan oleh putra putri mereka.Disamping itu, orangtua siswa juga memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang ssngat beragam, luas dan mendalam. Dalam barisan orangtua umumnya memiliki latar belakang keilmuan dan profesi yang beragam seperti: pedagang, pengusaha, dokter, ahli IT, peneliti, petani, buruh, arsitek, ahli konstruksi bangunan, ahli konservasi energy, sanitasi lingkungan, ahli kesehatan masyarakat, pegawai, pilot, diplomat, camat, politikus, penyanyi, pelawak, pelukis dll. Diantara mereka juga memiliki kemampuan, kesempatan dan kewenagan dalam hal pemanfaatan aneka macam aset dan sumber daya tertentu untuk berbagai keselamatan.

Orangtua adalah guru pertama bagi anaknya, sedangkan hubungan murid dengan muridnya sama dengan hubungan orangtua dengan ana – anaknya. Tidak ada kerjasama antara 2 lapangan yang saling diperlukan daripada kerjasama antara rumah tangga dengan sekolah.Orangtua dan guru harus saling mengerti dan mengetahui tantang anak yang pendidikannya menjadi tangguang jawabnya hingga anak dapat memperoleh keuntungan dari pola perkembangan pendidikannya.

Dalam upaya peningkatan efektivitas penyelenggaraan Pusat PAUD Islam Terpadu Al-Ishlah, kebersamaan dan kerjasama dengan orangtua siswa menjadi sebuah keniscayaan. Pola kerjasama sekolah dan orangtua siswa dibentuk antara lain dengan pola :

A. Peningkatan Mutu Dan Efektivitas Kegiatan Siswa

Orangtua siswa dapat memberikan kontribusinya dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran siswa. Kontribusi dan pemberdayaan mereka dapat dilakukan melalui jalur :

  1. Kelas. Kontribusi dan partisipasi orangtua siswa dalam upaya meningkatkan mutu dan pengayaan kegiatan belajar dalam lingkup kelas, misalnya :
  • Dekorasi kelas. Orangtua dapat embantu wali kelas untuk “menghidupkan” kelas dengan berbagi kontribusi, antara lain : membantu memeriahkan dekorasi kelas sehingga menjadi lebih edukatif, lebih menarik, lebih nyaman, lebih aman dan lebih rapi.
  • Suplemen gizi. Orangtua dapat menopang peningkatan kesehatan dan gizi siswa melalui program “suplemen makanan tambahan” yang diberikan setiap pekan bergiliran oleh setiap orangtua siswa
  • Guest Teacher/peer Teaching. Keluasan sumber belajar kelas juga menjadi lebih kaya melalui program “Guest Teacheer”, dimana orangtua secara bergiliran menyampaikan pengetahuan, keahlian dan pengalaman – pengalaman yang berharga kepada siswa.
  • Kunjungan Edukatif membantu menghidupkan acara kunjungan edukatif ke luar sekolah (Out-School activities) juga akan sangat membantu dengan partisipasi aktif orangtua.
  1. Sekolah. Dalam lingkup sekolah, orangtua dapat diberdayakan melalui partisipasi dan kontribusinya dalam penyelenggaraan kegiatan – kegiatan bersama seluruh siswa, seperti :
  • Study Tour Sekolah
  • Jamboree siswa
  • Aneka lomba pameran hasil karya siswa
  • Bazzar murah untuk guru
  • Perayaan hari besar islam, aktifitas ramadhan
  • Orientasi siswa baru
  • Perpisahan siswa
  • Pelatihan motivasi untuk guru/siswa
  • Workshop
  • Seminar/talkshow berbagai issue yang relevan buat siswa/guru
  • Parenting days (kegiatan dimana orangtua membuat berbagai acara yang menarik di sekolah)
  • Ziswaf. (orangtua berperan untuk ikut menggerakan, mengumpulkan, dan mendistribusikan zakat, infak, shodaqoh, wakaf)
  1. Rumah. Pencapaian kompetensi siswa mesti mendapat dukungan dari orangtua dalam kehidupan dirumah. Perlu ada pola yang harmonis antara lingkungan sekolag dengan lingkungan rumah. Orangtua seharusnya mampu menjaga kesinambungan pendidikan putera puteri mereka dari rumah ke sekolah dan dari sekolah ke rumah.

Beberapa instrument yang dapat dilakukan antara lain :

  • Lembar muhasabah : buku control semacam draft chech-list untuk melihat membantu orangtua mengevaluasi pola perilaku anak dirumah yang meliputi aktifitas belajar, ibadah, membaca Al-Qur’an dan kewajiban harian lainnya.
  • Lembar periksa tugas. Cara untuk ikut mengetahui dan memeriksa segala tugas rumah yang diberikan oleh guru, dimana orangtua membutuhkan tanda tangan sebagai tanda bahwa orangtua “telah memeriksa” / “mengetahui”. Dengan intrumen ini, program sekolah yang dikerjakan dirumah mendapat dukungan resmi dari orangtua. Instrument ini semacam jembatan “bahu-mambahu” antara sekolah dan orangtua dalam menggembleng dan mengasuh anak – anak

B. Meningkatkan Mutu Manajemen Sekolah

Partisipasi orangtua dapat mengalir melalui kontribusi mereka (terutama pakar dan praktisi manajemen) dalam membantu membangun system manajemen sekolah. Mereka dapat berfungsi sebagai fasilitator, trainer atau supervisor membangun dan menerapkan mamajemen sekolah. Termasuk didalamnya pembangunan system informasi sekolah, yang umumnya berbasis  IT (Information Technology). Partisipasi yang dapat diberikan antara lain :

  • Membangun jaringan Teknologi Informasi
  • Memberikan pelatihan manajemen kepada pemimpin sekolah
  • Supervise dan coaching penerapan TMQ di sekolah

C. Peningkatan Mutu Fasilitas Sekolah

Orangtua dapat diajak untuk membantu meningkatkan mutu fasilitas sekolah, seperti ruang kelas, sarana olahraga, perpustakaan dan sebagainya, baik dalam hal kelengkapan, perbaikan atupun optimalisasi fungsi. Banyak norangtua memiliki akses ke berbagai tempat untuk mendapatkan kemanfaatan peningkatan mutu fasilitas sekolah, seperti dengan lembaga sains, industri, pemerintah, perwakilan Negara asing, media TV, radio dan sebagainya. Orangtua dapat ikut meningkatkan mutu dan ketersediaan sebagai fasilitas (infrastruktur) sekolah. Partisipasi orangtua dapat dilakukan dengan mengambil peran sebagai konsultan, fundriser (mencari dukungan dana), fasilitator dan dimamisator dalam menggerakan sumber daya sekolah.

Misalnya dalam hal :

  • Pembuatan taman/ kebun dihalaman sekolah
  • Meningkatkan program kebersihan sekolah
  • Pengadaan alat – alat peraga
  • Perpustakaan, pengadaan buku

D. Meningkatkan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru/kepala sekolah

  • Melatih kemampuan leadership, komunikasi, self management, motivasi, meningkatkan wawasan global, politik, iptek, psikologi.
  • Memfasilitasi gerakan koperasi sekolah
  • Memfasilitasi pengadaan fasilits kendaraan, perumahan guru melalui kredit lunak

E. Meningkatkan Ruh dan Nuansa Islam

  • Pengajian rutin orangtua dan masyarakat
  • Perayaan hari besar islam/Ramadhan fair

F. Optimalisasi Eksternal Untuk Kejayaan Sekolah

  • Menjembatani jalinan hubungan dengan tokoh / masyarakat
  • Membantu kerjasama kemitraan sekolah denagn lembaga / instansi edukatif, seperti : pusat sains, museum, peroustakaan nasional/daerah, industry, dsb.
  • Membantu menjembatani hubungan sekolah dengan pemerintah dalam hal izin akreditasi, pemberian bantuan.

G. Peningkatan Mutu dan Efektifitas Kegiatan Siswa

Orangtua siswa dapat memberikan kontribusinya dalam upaya meningkatkan mutu Pembelajaran siswa. Kontribusi dan pemberdayaan mereka dapat dilakukan melalui jalur :

  • Kelas

Orang tua dapat membentuk wali kelas untuk “menghidupkan” kelas dengan berbagai kontribusi antara lain : membantu memeriahkan dekorasi kelas sehingga menjadi lebih edukatif, lebih menarik, lebih aman, lebih rapi. Orangtua jug dapat menopang peningkatan kesehatan dan gizi siswa melalui kegiatan “suplemen makanan tambahan” yang diberikan setiap bulan bergiliran oleh setiap orangtua siswa. Keluasan sumber belajar kelas juga menjadi lebih kaya melalui program “guest teacher”, dimana orangtua secara bergiliran menyampaikan pengetahuan, keahlian dan pengalaman – pengalaman yang berharga kepada siswa. Membantu menghidupkan acara kunjungan edukatif ke luar sekolah (out-school-activities) juga akan sangat terbantu dengan partisipasi aktif orangtua.

  • Sekolah

Dalam lingkup sekolah, orangtua dapat diberdayakan melalui partisipasi dan kontribusinya dalam penyelenggaraan kegiatan – kegiatan bersama seluruh siswa seperti : study tour sekolah, aneka lomba, pameran, bazar, perayaan hari besar islam, aktifitas Ramadhan, orientasi siswa baru, pembagian raport, perpisahan dan sebagainya.

  • Rumah

Pencapaian kompetensi siswa mesti mendapat dukungan dari orangtua dalam kehidupan dirumah.perlu ada pola yang harmonis antaralingkungan sekolah dengan lingkungan rumah. Orangtua seharusnya mampu menjaga kesinambungan pendidikan putra – putri mereka dari rumah kesekolah dan dari sekolah ke rumah. Salah satu instrumen yang efektif digunakan adalah “lembar muhasabah” (buku control : semacam daftar check-list) untuk melihat membantu orangtua mengevaluasi pola perilaku anak dirumah.

H. Peningkatan Mutu Manajemen Sekolah

Partisipasi orangtua dapat mengalir melalui kontribusi mereka (terutama pakar dan praktisi manajemen) dalam membantu system manajemen sekolah. Mereka dapat berfungsi sebagai fasilitator, trainer, ataupun supervisor pembangunan dan penerapan manajemen sekolah. Termasuk di dalamnya pembangunan system informasi sekolah, yang umumnya barbasis IT (Information Technology).

I. Home Visit

Guru akan berkunjung ke rumah siswa untuk mendapat informasi lebih lanjut mengenai perkembangan sisiwa tersebut. Jika ada anak yang perlu penanganan khusus (misal : tidak mau sekolah) maka kunjungan tersebut akan dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari psikolog sekolah dan kepala sekolah sesuai prosedur yang ada dan orangtua akan mendapat pemberitahuan/undangan sebelumnya dari sekolah.

 

 

 

 

© 2018 PPIT Al Ishlah Gorontalo.
Website oleh Komite Sekolah.

jsit logo